oleh

Sukarno Pernah Marah Besar Pada DN Aidit Terkait Pancasila

LIPUTANMANADO.COM, JAKARTA – Sebagai penggagas Pancasila Bung Karno disebut pernah marah besar kepada Ketua CC PKI DN Aidit atas pidatonya pada Mei 1964.

Pasalnya dalam pidatonya Aidit menilai Pancasila mungkin untuk sementara dapat mencapai tujuan sebagai faktor penunjang dalam menempa kesatuan dan kekuatan Nasakom.

Aidit dalam pandangannya menyatakan bahwa begitu Nasakom menjadi realitas, Pancasila akan dengan sendirinya tak ada lagi atau lenyap ditinggalkan.

“Presiden Sukarno marah besar dengar pidato Aidit seperti itu. Bung Karno perintahkan jajarannya agar 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Dan pada 1 Juni 1964, Presiden Sukarno berpidato “Pancasila Sepanjang Masa” sebagai antitesis atas pidato Aidit,” ungkap Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah pada seminar daring bertajuk “Pancasila Dalam Gotong Royong Menuju Indonesia Maju”, Senin (8/6), sebagaimana dikutip dari laman berita satu.

Menurut Ketua Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) ini, bahwa sejak saat itu, hari lahirnya Pancasila selalu diperingati, termasuk pada 1 Juni 1968, dimana Soeharto sempat berpidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila kala itu dan nanti 1970 peringatannya mulai ditiadakan.

Menurut Basarah, Pancasila sepatutnya tetap langgeng dan lestari walau rezim pemerintahan berganti, karena baginya ideologi Pancasila ditetapkan dalam meja statis.

“Dalam meja ini lah semua sejajar. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah. Itulah pancasila sebagai meja statis. Pancasila juga berfungsi menjadi bintang pemimpin, menjadi kompas atau panduan,” tegasnya.

News Feed