oleh

Pengurus PDI-P Talaud Ikut Laporkan Pelaku Pembakar Bendara Partai

LIPUTANMANADO.COM, MELONGUANE – Aksi bakar bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) oleh sejumlah oknum peserta unjuk rasa di depan kantor parlemen, Senayan Jakarta pekan lalu, ikut dikecam oleh kader PDI Perjuangan di kabupaten Kepulauan Talaud.

Mewakili seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan di kepulauan Talaud, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), Senin (24/6/2020) mendatangi Markas Polres Kepulauan Talaud, mendesak kepolisian agar memproses hukum pelaku pembakar bendera PDI-P dalam aksi demo di depan Gedung MPR/DPR/DPD RI, Rabu (24/6/2020).

Kedatangan perwakilan PDI-Perjuangan Kepulauan Talaud yang dipimpin oleh Antonius Tucunan, selaku Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Talaud itu, diterima Kapolres Kepulauan  Talaud AKBP Alam Kusuma S.Irawan, SH, S.I. K, MH di ruang kerjanya.

Dalam pernyataan sikapnya, DPI-Perjuangan kepulauan Talaud ikut senada dengan kader PDI Perjuangan di seluruh Indonesia, mendesak pihak kepolisian agar mengusut tuntas dan menproses hukum pihak yang terlibat dalam pembakaran bendera partai.

“Bendera Partai adalah panji kebesaran, simbol marwah, simbol kebanggaan, harkat dan martabat partai. Oleh karena itu sebagai kader PDI Perjuangan, kami DPC PDI Perjuangan menempuh langkah-langkah konstitusional seperti tahun 1996 dan mempercayakan sepenuhnya terhadap Hukum,” tegas  Tucunan.

Berikut point-point pernyataan sikap kepada pihak kepolisian :

  1. Peristiwa pembakaran bendera PDI Perjuangan serta isu komunis yang dilontarkan oleh massa aksi bukan hanya bentuk serangan terhadap PDI Perjuangan tetapi juga merupakan serangan terhadap demokrasi, hukum dan pemerintahan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin.
  2. Bahwa kejadian tersebut merupakan suatu bentuk anarkisme serta upaya dan keinginan untuk memecah belah persatuan bangsa yang tidak dapat dibenarkan.
  3. Karena hal tersebut, kami meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengusut dan memberikan sanksi hukum kepada pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan, serta menangkap kelompok-kelompok yang menyebarkan isu kebencian yang ingin memecah belah persatuan bangsa.
  4. Meminta kepada pihak kepolisian di Sulawesi Utara untuk melakukan upaya preventif agar kejadian serupa tidak terjadi dikemudian hari khususnya di wilayah Sulawesi Utara.

Pernyataan sikap tersebut diterima secara langsung oleh kapolres dan akan diteruskan ke pimpinan Polri melalui Polda Sulut.

Terkait sikap PDI Perjuangan itu, kapolres Kepulauan Talaud mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh oleh PDI Perjuangan dan siap melakukan tindakan preventif dengan cara deteksi dini, terkait isu-isu dimaksud.

“Mari kita jaga NKRI ini jangan sampai dipecah belah oleh oknum tertentu, yang pada akhirnya akan menyusahkan bangsa sendiri,” kata kapolres.

News Feed