oleh

Bawaslu Sulut Ingatkan KPU Agar Tak Abaikan Hak Konstitusional Warga

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) dalam tahapan pemuktahiran data pemilih tak lama lagi berakhir, yakni 13 Agustus 2020, namun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mendapati masih banyaknya warga yang ternyata belum dicoklit.

Hal ini diungkap anggota Bawaslu provinsi Sulawesi Utara, Supriyadi Pangellu, kepada wartawan. Kata Bung Adi, sapaan akrab anggota Bawaslu Sulut ini, bahwa dari laporan jajaran pengawas di lapangan, diketahui masih banyak warga yang belum dicoklit oleh petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami mendapati informasi dari jajaran pengawas di lapangan maupun warga secara langsung, bahwa sebagian besar pemilih atau masih banyak pemilih yang belum dilakukan Coklit,” ungkap Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Sulut ini lewat voice note, Selasa (04/08/2020).

Terkait hal itu Pangellu mengimbau warga yang sudah punya hak pilih supaya ikut proaktif melapor ke jajaran Bawaslu, di tingkat Kabupaten/Kota, Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) maupun Pengawas Kelurahan dan Desa (PKD), sehingga hak konstitusionalnya dapat dilaksanakan pada hari H Pilkada 2020.

Selain mengimbau pengguna hak pilih untuk proaktif melapor, Bawaslu juga mengingatkan jajarannya di tingkat kecamatan serta kelurahan dan desa untuk mendeteksi dan mengecek kembali secara benar proses coklit. Jika didapati ada unsur kesengajaan, maka segera diproses sesuai dengan kewenangan yang dimiliki PKD berdasar Undang-undang.

“Kami berharap KPU dan jajaran tidak mengabaikan hak konstitusional setiap warga yang telah berhak sebagai pemilih, karena hal itu sudah merupakan perintah Undang-undang. Kita wajib menjamin hak konstitusional warga Negara dalam pemilu,” tegasnya.

News Feed