oleh

Diduga Karena Soal Buah Kelapa, Reni Babak Belur Dihajar Adik Ipar

-Minsel-15 views

LIPUTANMANADO.COM, AMURANG – Tanda lebam terlihat jelas di lengan kiri dan kanan perempuan Reni Lamarubun, warga Desa Durian, Kecamatan Sinonsayang, kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), saat datang melapor ke Polsek Sinonsayang, Selasa (11/08/2020).

Kedatangan Reni ke Mapolsek Sinonsayang, ternyata untuk melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialaminya pada Kamis (06/08/2020), di kawasan kebun Wiau Desa Durian, saat dirinya mengambil buah kelapa di kebun milik suaminya.

Menurut penuturan korban, pada hari itu, sekira pukul 08:00 Wita, dirinya pamit ke suami untuk pergi ke kebun, mengambil buah kelapa, sekalian melakukan aktivitas kerja di kebun. Sekira pukul 11:00, datang lelaki Veni Rugian, adik ipar korban, sambil marah-marah.

“Pagi itu qta ada minta izin suami, untuk ke kebun ambil kelapa. Sekitar jam 11 siang, Veni datang, sambil marah-marah dan memaki saya. Tak pus memaki, dia kemudian ambil pedang yang saya pegang, lalu memotong gallon dan sandal saya,” tuturnya.

Tak hanya menebas gallon dan sandal korban, Veni juga menganiaya korban dengan cara menendang dan menginjak korban beberapa kali di lengan, pinggul dan belakang. Veni juga memukul lengan tangan kiri dan kanan korban, hingga lebam, bahkan lengan kiri mengalami retak tulang.

Perempuan asal Ghosoma, Tobelo, kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara ini berharap Polisi bisa memproses secara hukum pelaku, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Dikonfirmasi terkait laporan tersebut, Kapolsek Sinonsayang, Iptu Teddy Malamtiga membenarkan. Kata dia, laporannya masuk tanggal 11 Agustus 2020 dan anggotanya sementara menyelidiki kasus itu. “Laporanya telah kami terima dan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” tegasnya. (tos)

News Feed