Desa Kaima Minut Jadi Pelopor Desa Sadar Demokrasi di Provinsi Sulut

0 0
Read Time:2 Minute, 14 Second

LIPUTANMANADO.COM, AIRMADIDI – Desa Kaima, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi ditetapkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia, sebagai desa pelopor “Desa Sadar Demokrasi” pertama di provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Peresmian Desa Sadar Demokrasi ini dilakukan oleh Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu RI Fritz Edward Siregar, didampingi Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Jefler Malonda, anggota Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu dan Awaludin Umbola, serta Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy dan anggota Rahman Ismail di kantor desa Kaima, Sabtu (22/08/2020).

Sebagai penanda peresmian Desa Sadar Demokrasi atau dalam bahasa daerah Tonsea disebut “Tawaang Wanua Sadar Demokrasi”, Fritz menacapkan Tawaang (sejenis tanaman yang di tanah Minahasa digunakan untuk penanda batas lahan) pada wadah yang sudah disiapkan, diikuti pimpinan Bawaslu provinsi Sulut, pimpinan Bawaslu kabupaten, Koordinator Sekretariat Michael Polii dan para tua-tua adat desa Kaima.

Kesadaran warga desa Kaima untuk menjadikan desanya sebagai desa sadar demokrasi, diapresiasi oleh Fritz. Apalagi komitmen tersebut ditetapkan melalui rangkaian prosesi adat, yang sudah barang tentu punya tingkat kesakralan tinggi, yang bisa mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melawan politik uang, hoax, ujaran kebencian dan perpecahan.

“Atas nama lembaga Bawaslu RI, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah desa yang punya komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki. Jauh dari politik uang, intimidasi, hoax, perpecahan. Harapannya komitmen ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat di desa Kaima dan Minut pada umumnya secara konsisten,” ungkap Fritz.

Fritz berharap apa yang dilakukan oleh desa Kaima ini menular ke desa-desa lainnya di kecamatan Kaudita, juga ke seluruh desa se kabupaten Minahasa Utara, bahkan seluruh desa se provinsi Sulut maupun secara nasional. “Semoga dengan kesadaran ini akan lahir pemimpin daerah yang berkualitas dan punya komitmen mensejahterakan rakyat di daerahnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut DR. Herwyn Jefler Malonda dalam sambutannya mengaku sangat terharu dengan komitmen para tua-tua adat desa Kaima yang konsisten mempertahankan adat istiadat suku Minahasa, termasuk kesadaran untuk membangun demokrasi di wilayah Minahasa Utara, melalui program desa sadar demokrasi.

“Ditengah pesismisme sebagian orang akan demokrasi ideal, di Minahasa Utara ternyata ada desa yang punya semangat optimis mewujudkan desa sadar demokrasi. Kami berharap dengan cara ini, kualitas Pemilu kepala daerah akan jauh lebih baik sehingga dapat melahirkan pemimpin terbaik,” ujar Malonda.

Apresiasi juga diberikan oleh KPU Minut kepada desa Kaima. Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy mengatakan, terpilihnya Desa Kaima karena kesiapan serta komitmen pemerintah dan masyarakat desa yang ingin melahirkan Pilkada berkualitas.

“Desa Kaima ini merupakan salah satu desa yang paling siap untuk menjadikan desanya sebagai kawasan sadar demokrasi, dan ini tidak sekedar sebuah slogan tetapi bentuk komitmen Pemerintah Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan Pilkada yang jujur adir dan bermartabat,” katanya. (tos)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%