oleh

Rangkaian Kunker Anggota Bawaslu RI, Fritz Siregar di Minut, Resmikan Media Center dan Desa Sadar Demokrasi

LIPUTANMANADO.COM, AIRMADIDI – Menghadapi pesta demokrasi, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara (Minut), jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Minut kembali dapat suntikan moral dari anggota Bawaslu Republik Indonesia.

Suporting tersebut diberikan Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar, yang berkunjung ke wilayah Minut, Sabtu (22/08/2020), dalam rangkaian kunjungan kerjanya yang kedua di wilayah provinsi Sulawesi Utara.

Kunjungan kerja di Minut diawali dengan memberikan arahan kepada puluhan personil Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) yang mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) di Hotel Sutan Raja, Kalawat, Sabtu (22/08/2020). Pada kesempatan itu Siregar menyemangati jajaran Panwascam, agar tidak takut dan gentar dalam melaksanakan tugas.

Saat Siregar menanyakan kendala dan masalah apa yang dihadapi dalam pekasanaan tugas pengawasan tahapan coklit oleh jajaran KPU. Serempak para Panwascam menjawab, “Ada pembatasan akses data pemilih oleh KPU”, sehingga jajaran pengawas pemilu di tingkat Kelurahan dan Desa (PKD) jadi kesulitan mengawasi proses coklit.

Anggota Bawaslu RI ini mengungkap, masalah yang sama terjadi di semua wiayah di Indonesia. Kabijakan pembatasan tersebut dinilainya sangat tidak mendasar, dan membuka peluang penghilangan hak konstitusional warga Negara, karena jajaran pengawas pemilu tak bisa mengakses data pemilih, sehingga Bawaslu RI telah mensengketakan kebijakan KPU tersebut.

Usai memberi arahan kepada jajaran Panwascam se Minahasa Utara, Siregar menyambangi kantor Bawaslu Minut dan menyempatkan diri meninjau setiap ruang kerja dari pimpinan Bawaslu Minut, Koordinator Sekretariat dan staf Bawaslu Minut. Moment itu dimanfaatkan oleh pimpinan dan staf bawaslu untuk foto bersama dengan Siregar.

Dalam kunjungannya di kantor Bawaslu Minut itu, Siregar ikut meresmikan Media Center Bawaslu Minut, disaksikan oleh puluhan wartawan yang melakukan peliputan di Bawaslu Minut. Pada kesempatan itu, Siregar berharap Perss ikut bersinergi dengan Bawaslu dalam membangun demokrasi, melalui fungsi pengawasan pemilu, bersma jajaran bawaslu.

           

“Sebagai salah satu pilar Demokrasi, Perss dalam ha ini teman-teman wartawan, punya posisi sangat strategis dalam upaya kita bersama membangun demokrasi. Oleh karena itu, manfaatkanlah media center ini dengan baik, sebagai sarana informasi dan komunikasi kelembagaan Bawaslu dengan public,” imbau Siregar.

Rangkaian kunjungan kerja Fritz Siregar, di wilayah Minut diakhiri di desa Kaima, Kecamatan Kauditan, dengan meresmikan desa tersebut sebagai “Desa Sadar Demokrasi” dan ini menjadi yang pertama di wilayah provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Peresmian tersebut dilakukan oleh Fritz Edward Siregar, didampingi Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Jefler Malonda, anggota Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu dan Awaludin Umbola, serta Ketua Bawaslu Minut, Simon Awuy dan anggota Rahman Ismail di kantor desa Kaima, Sabtu (22/08/2020).

Sebagai penanda peresmian Desa Sadar Demokrasi atau dalam bahasa daerah Tonsea disebut “Tawaang Wanua Sadar Demokrasi”, Fritz menacapkan Tawaang (sejenis tanaman yang di tanah Minahasa digunakan untuk penanda batas lahan) pada wadah yang sudah disiapkan, diikuti pimpinan Bawaslu provinsi Sulut, pimpinan Bawaslu kabupaten, Koordinator Sekretariat Michael Polii dan para tua-tua adat desa Kaima.

Kesadaran warga desa Kaima untuk menjadikan desanya sebagai desa sadar demokrasi, diapresiasi oleh Fritz. Apalagi komitmen tersebut ditetapkan melalui rangkaian prosesi adat, yang sudah barang tentu punya tingkat kesakralan tinggi, yang bisa mendorong kesadaran kolektif masyarakat untuk melawan politik uang, hoax, ujaran kebencian dan perpecahan.

“Atas nama lembaga Bawaslu RI, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada tokoh adat, tokoh masyarakat dan pemerintah desa yang punya komitmen untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki. Jauh dari politik uang, intimidasi, hoax, perpecahan. Harapannya komitmen ini bisa diikuti oleh seluruh masyarakat di desa Kaima dan Minut pada umumnya secara konsisten,” ungkap Fritz.

Fritz berharap apa yang dilakukan oleh desa Kaima ini menular ke desa-desa lainnya di kecamatan Kaudita, juga ke seluruh desa se kabupaten Minahasa Utara, bahkan seluruh desa se provinsi Sulut maupun secara nasional. “Semoga dengan kesadaran ini akan lahir pemimpin daerah yang berkualitas dan punya komitmen mensejahterakan rakyat di daerahnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulut DR. Herwyn Jefler Malonda dalam sambutannya mengaku sangat terharu dengan komitmen para tua-tua adat desa Kaima yang konsisten mempertahankan adat istiadat suku Minahasa, termasuk kesadaran untuk membangun demokrasi di wilayah Minahasa Utara, melalui program desa sadar demokrasi.

“Ditengah pesismisme sebagian orang akan demokrasi ideal, di Minahasa Utara ternyata ada desa yang punya semangat optimis mewujudkan desa sadar demokrasi. Kami berharap dengan cara ini, kualitas Pemilu kepala daerah akan jauh lebih baik sehingga dapat melahirkan pemimpin terbaik,” ujar Malonda.

Apresiasi juga diberikan oleh KPU Minut kepada desa Kaima. Ketua Bawaslu Minut Simon Awuy mengatakan, terpilihnya Desa Kaima karena kesiapan serta komitmen pemerintah dan masyarakat desa yang ingin melahirkan Pilkada berkualitas.

“Desa Kaima ini merupakan salah satu desa yang paling siap untuk menjadikan desanya sebagai kawasan sadar demokrasi, dan ini tidak sekedar sebuah slogan tetapi bentuk komitmen Pemerintah Desa, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan seluruh masyarakat dalam mewujudkan Pilkada yang jujur adir dan bermartabat,” katanya. (advetorial)

News Feed