Soal Tolak Omnibus Law, Pjs. Gubernur Apresiasi Sikap Ormawa di Sulut Yang Kedepankan Dialog

Para pimpinan oraganisasi kemahasiswaan berdialog bersama pjs gubernur
0 0
Read Time:2 Minute, 11 Second

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Merespon aksi protes terkait Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di Sulawesi Utara (Sulut) beberapa hari lalu, Penjabat sementara Gubernur Sulawesi Utara, Agus Fatoni mengundang dialog sejumlah pimpinan organisasi kemahasiswa di Sulut.

Hadir dalam dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), BEM Fakultas Hukum UNPI Manado, BEM UTSU Manado, 5 BEM Kampus IAIN Manado, PMII Metro, GMNI Cabang Manado, dan Jaringan Aktivis Mahasiswa.

Dialog yang digelar di kantor Gubernur Sulut, Senin (12/10/2020) ini berlangsung dinamis, namun tetap tertib. Para mahasiswa satu persatu mewakili organisasinya melontarkan argumentasi terkait dasar penolakan mereka terhadap Undang-undang yang kontroversial tersebut.

Sementara itu Pjs.Gubernur, Agus Fatoni ketika diberi kesempatan bicara, secara terbuka mengapresiasi langkah mahasiswa di Sulut yang mau duduk bersama dan melakukan dialog damai dengan unsur pemerintah terkait UU Omnibus Law.

“Mari kita selesaikan dengan cara-cara yang tidak merugikan orang lain. Mari kita jaga Sulawesi Utara yang kondusif aman dan damai,” ujar penjabat Gubernur Agus Fatoni mengimbau pimpinan mahasiswa yang hadir dalam dialog tersebut.

Lewat kesempatan itu, Fatoni meminta mahasiswa agar mengedepankan pemahaman yang lengkap tanpa meninggalkan pandangan yang kritis demi kemajuan bangsa.

“Mahasiswa itu perlu kritis dan perlu peka, tetapi perlu dilandasi dengan pemahaman yang lengkap,” ungkapnya.

Dalam dialog tersebut, Fatoni juga menyampaikan tujuan dari UU Cipta Kerja adalah untuk mendorong menciptakan lapangan pekerjaan, memudahkan usaha baru serta mendukung pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

“Jadi yang dipikirkan oleh negara bukan hanya untuk yang sudah bekerja tapi juga bagi calon pencari kerja,” bebernya.

Lebih lanjut, Fatoni juga mengajak kepada mahasiswa agar mendukung penerapan protokol kesehatan pada pilkada serentak seambil tetap menjaga kualitas dan kedewasaan berdemokrasi demi terwujudnya pilkada aman, damai dan sehat.

Para pimpinan oraganisasi kemahasiswaan berfoto bersama pjs gubernur

Wakil Koordinator Bidang Komunikasi Publik Jaringan Aktivis Mahasiswa Sulut, Rivan Kalalo berujar pertemuan kali ini, menunjukkan bahwa pemerintah Sulut tidak menutup mata dan telinga terhadap aspirasi,  apalagi pada situasi pandemi covid 19 seperti sekarang ini.

“Makanya kami menjembatani untuk bertemu Pemda Sulut dengan skala terbatas dan protokol kesehatan. Setiap peserta yang bertemu ini dilakukan rapid test. Serikat buruh bertemu kemarin pagi, BEM dan Jaringan aktivis Mahasiswa bertemu kemarin sore,” kata Kalalo.

Aksi demo menolak UU Law di jalanan, kata Rivan, sebaiknya dihindari mengingat situasi pandemi covid-19. Bilamana masih ada yang kurang puas, dapat menggunakan cara yang intelektual dengan melakukan gugatan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

“Kita perlu belajar dari langkah rekan-rekan organisasi buruh dan ormas agama yang menempuh jalur tersebut,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Pjs Gubernur Agus Fatoni didampingi Kaban Kesbang Pol Sulut,  Rektor IAIN Manado dan Direktur IPDN Sulut.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%