oleh

Bawaslu Bitung Hentikan Penanganan Dua Kasus Temuan Pelanggaran Pemilu Max Lomban

LIPUTANMANADO.COM, BITUNG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Bitung akhirnya menghentikan penanganan Dua kasus dugaan pelanggaran pidana Pemilu yang melibatkan calon petahanan Walikota Bitung, Max Lomban.

Penghentian penanganan kasus yang merupakan hasil temuan jajaran Bawaslu ini disebabkan oleh tidak terpenuhinya unsur tindak pidana pemilu. Meski dua kasus itu adalah temuan Bawaslu Kota Bitung sendiri dan bukan laporan dari masyarakat.

Kordinator Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Bitung, Zulkifli Densi mengaku, hasil kajian Sentra Gakkhumdu, dugaan pelanggaran tahapan kampanye dengan terlapor salah satu Paslon, Max Jonas Lomban tak memenuhi unsur.

“Hasil dari proses dugaan pelanggaran dengan nomor 009/TM/PW/KOTA/25.03/X/2020 dan 010/TM/PW/KOTA/25.03/X/2020, yang sudah masuk ke Sentra Gakkhumdu tidak terpenuhi unsur pelanggaran pidana,” kata Zulkifli, Selasa (13/10/2020).

Sentra Gakkumdu kata dia, telah melakukan pembahasan kedua atas hasil klarifikasi, kajian serta penyelidikan.

“Proses-proses itu sudah dijalankan selama lima hari sebagaimana diatur dalam Perbawaslu 8 Tahun 2020 tentang penanganan pelanggaran dan hasilnya tidak terpenuhi unsur pelanggaran pidana,” katanya.

Soal undangan klarifikasi terhadap terlapor yang kabarnya tidak pernah digubris, Zulkifli menegaskan, Bawaslu sudah bekerja sesuai dengan regulasi.

“Tentu hal itu (terlapor tidak hadir,red) tidak mempengaruhi hasil putusan, saksi-saksi sudah kami klarifikasi tapi temuan itu tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran tindak pidana pemelihan maka kami putuskan menghentikan proses penanganan tersebut,” katanya.

Sementara itu, sejumlah saksi yang telah dimintai klarifikasi terkait hasil temuan Bawaslu Kota Bitung itu diantaranya Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Bitung, Edison Humiang yang notabene menjadi bahan kampanye Paslon nomor urut 1 di sejumlah lokasi dengan tuduhan tidak netral.

Juga ada anggota DPRD Kota Bitung, Yondries Kansil dimintai klarifikasi sebagai pihak yang menyediakan lokasi kempanye saat Max Lomban berkampanye “menyerang” Pjs wali kota.

News Feed