Vandy Sasikome Klarifikasi Soal Kehadirannya Dalam Dialog Bersama Pjs. Gubernur Sulut

Ketua GMNI Manado Vandi Sasikome saat aksi di depan kantor DPRD Sulut bersama Ormawa kelompok Copayung dan OKP Sulut
0 0
Read Time:1 Minute, 36 Second

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manado, Vandi Sasikome mengklarifikasi informasi yang memojokkan organisasi yang dipimpinnya, terkait kehadirinnya dalam dialog yang difasilitasi oleh Penjabat Gubernur Sulut, Agus Fatoni di kantornya pada Senin (12/10/2020).

Dalam releasenya kepada LIPUTANMANADO.COM Rabu (14/10/2020), Bung Vandi menjelaskan, pada Senin 12 Oktober 2020, Pemprov Sulut mengundang diskusi organisasi kemahasiswaan intra kampus dan yang hadir saat itu perwakilan mahasiswa IAIN Manado, Unpi, Utsu dan Fakultas Hukum Unsrat.

Perihal kehadiran dirinya dalam diskusi tersebut, bukan dalam kapasitas mewakili GMNI Manado, melainkan mewakili Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Hukum Unsrat, karena dirinya juga dalam lingkup organisasi intra kampus memimpin organisasi tersebut.

“Saya tegaskan selaku ketua GMNI Manado, bahwa benar saya hadir dalam dialog itu, namun bukan dalam kapasitas mewakili GMNI Manado, melainkan sebagai BPM FH Unsrat karena ada undangan kepada BPM dan BEM Fakultas Hukum Unsrat,” tegas Bung Vandi sapaan akrab aktivis GMNI Manado ini.

Dia menyesalkan kabar bohong atau HOAX yang beredar di kalangan aktivis mahasiswa organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung, yang menyebut dirinya bawa nama GMNI dan “menjual” nama organisasi kemahasiswaan kelompok cipayung lainnya.

“Ini adalah fitnah dan hoax. Kalaupun ada undangan dari Pemprov Sulut ke GMNI Manado, maka Saya Selaku Ketua GMNI Manado pasti akan berkoordinasi dengan kwan-kawan pimpinan ormawa dalam kelompok Cipayung maupun OKP2 yang tergabung dalam aliansi saat aksi di depan kantor DPRD Sulut,” tuturnya.

Menurut Bung Vandi, kalaupun ada pihak-pihak yang mengatakan ada undangan ke GMNI, silahkan tanyakan dan konfirmasi langsung ke pihak pemprov maupun protokoler Gubernur kalau ada udangan ke GMNI ataupun Organ Cipayung lain, karena yang di undang kemarin adalah organisasi mahasiswa intra kampus, bukan kelompok Cipayung maupun OKP2.

“Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya hadir di sana sebagai bagian dari BPM FH Unsrat bukan membawa nama GMNI Manado. Sekali lagi segala pemberitaan bahwa GMNI Manado telah keluar dari barisan perjuangan untuk menolak omnibuslaw adalah HOAX. Merdeka!,” tutupnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%