oleh

Boyamin Saiman Ikut Pantau Kasus Korupsi Dana Hibah Banjir Manado

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara hari ini. Kedatangannya guna mengetahui perkembangan perkara dana hibah banjir Kota Manado 2014.

Boyamin menuturkan persoalan ini sudah berada di tahap tuntutan kepada tiga tersangka yang masih ditahan. Kata Boyamin sidang tuntutan berjalan pada Juli 2020 lalu, dan proses persidangan akan berlanjut pada sidang vonis sekitar 20 November nanti.

“Saya tadi ke Kejati Sulut untuk menanyakan perkembangan sidang kasus tersebut. Jadi tiga orang itu masih ditahan. Dari ketiganya, ada seorang yang lagi masa pemulihan akibat terjangkit covid. Mereka dituntut hukuman delapan tahun penjara,” ungkap Boyamin.

Menurutnya perkara dana hibah tersebut, menjadi perhatiannya karena isunya banyak pemimpin daerah yang menyelamatkan diri dengan pindah partai. Dia mengaku membuat gugatan praperadilan pada kasus ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena perkara itu sempat mangkrak di Kejagung.

“Tuntutan kepada tersangka sudah cukup tinggi. Saya berharap vonisnya tidak jauh dari tuntutan, minimal lima tahun lah, supaya ada efek jera kepada tersangka,” ujar aktivis yang merupakan tokoh sentral yang melakukan gugatan praperadilan di kasus ini selain sembilan gugatan lainnya di Indonesia.

Diungkapkannya bahwa saat ini kejaksaan sudah memiliki rumus tuntutan vonis yang lebih tinggi. Dan itu sudah dimulai dari Kejagung.

“Makanya saya datang ke sini untuk melihat prosesnya sudah seirama atau belum. Ternyata sudah dan buktinya tuntutannya sudah delapan tahun. Momen¬† pemberantasan korupsi itu lebih bagus lebih tinggi masa hukumnya supaya lebih jera,” papar aktivis anti korupsi yang juga menggugat praperadilan kasus Djoko Tjandra.

Ditegaskannya bahwa apa yang sudah dia mulai tak akan pernah dibiarkan begitu saja, termasuk perkara dana hibah ini. “Sekali lagi saya datang untuk mengetahui perkembangannya, karena informasi mengenai kasus ini sangat kurang terpublikasi ke masyarakat. Makanya saya tadi menanyakan ke kejaksaan apakah mereka tidak membuat rilis untuk diberitakan media massa,” paparnya.

Dia turut meyakinkan bahwa kedatangannya tidak ada intervensi atau dimintakan oleh pihak manapun.

News Feed