oleh

Kawasan Ini Memilik Ratusan Warga Berusia 100 Tahun Lebih

-News-23 views

LIPUTANMANADO.COM, WANNING – Meskipun Chen Nahua tidak dapat membaca dengan jelas, wanita berusia 102 tahun itu menonton berita di televisi setiap hari untuk mengikuti perkembangan China dan urusan internasional.

Dikutip dari laman kompas.com, Chen telah melewati berbagai perubahan sepanjang hidupnya. Lahir di era revolusi China, Chen bermigrasi ke Singapura pada usia 18 tahun dan membantu memobilisasi masyarakat China di luar negeri selama Perang Dunia II.

Setelah Republik Rakyat China didirikan, dia pulang ke tanah air pada 1951 dan bertani di wilayah Wanning yang terletak di Provinsi Hainan saat ini.

“Saya bekerja di ladang hingga usia 95 tahun. Sedari muda, saya sudah mencangkul dan biasa memancing bersama ayah saya,” ujarnya saat ditanya rahasia umur panjangnya. “Saya gemar makan ikan dan sayuran serta buah-buahan lokal.”

Chen tinggal di perkebunan milik negara di kaki gunung, dengan vegetasi subur seperti kelapa, nangka, dan pepaya mengelilingi rumahnya.

Lahan perkebunan ini juga ditanami biji kopi, dan penduduk setempat memiliki kebiasaan minum kopi.

“Saya minum secangkir kopi dengan beberapa biskuit setiap hari,” kata Chen.

“Ibu saya sabar, optimistis, dan berpikiran terbuka. Saya pikir rahasia umur panjangnya adalah kerja fisik dan ketenangan pikiran,” kata Huang Yuanyu, putra Chen yang berusia 77 tahun.

Perkebunan Chen bukan satu-satunya tempat yang terkenal karena umur panjang penduduk Wanning. September lalu, wilayah ini bahkan kembali mendapat sertifikasi dari International Institute on Ageing (INIA) sebagai “Kawasan Umur Panjang Dunia”.

Di Cunzai sebuah desa di Wanning yang berpopulasi 600 penduduk, lebih dari 20 orang berusia di atas 80 tahun.(kompas.com)

News Feed