Bedah Buku ODSK, Ketum GMNI Rekom Pemprov Bongkar Oligarki Cengkeh di Sulut

Beda Buku ODSK bersama GMNI
0 0
Read Time:1 Minute, 29 Second

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino hadir dalam acara diskusi bedah buku  Moving Forward: Memahami Revolusi Mental dan Politics of Hope Dalam Kepemimpinan Aksi Nyata dan Tata Kelola Pemerintahan ODSK di Grand Puri Hotel, Manado, 25 November 2020.

Diundang sebagai narasumber, Ketua Umum DPP GMNI menyampaikan perlunya kepemimpinan ODSK membongkar oligarki perdagangan cengkeh yang selama ini merugikan petani cengkeh di Sulawesi Utara.

“Yang perlu menjadi fokus dari kepemimpinan ODSK yaitu membongkar oligarki perdagangan cengkeh di Sulawesi Utara. Oligarki inilah yang selama ini menindas petani”, tutur Arjuna.

Ketua Umum DPP GMNI memaparkan sejarah Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang dipimpin langsung oleh Tommy Soeharto yang memonopoli perdagangan cengkeh dengan tujuan membeli cengkeh dengan harga yang sangat murah di petani sehingga petani dirugikan.

“Kawan-kawan jangan lupa pertanian cengkeh di Sulawesi Utara pernah dirusak oleh BPPC bentukan Orde Baru, yang bekerja seperti VOC, memonopoli cengkeh dan mengeksploitasi petani. Ini harus dilawan”, lanjut Arjuna.

Ketua Umum DPP GMNI mengapresiasi upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang berjuang menghapus Pajak Pertambahan Nilai (PPn) hasil pertanian yang dikenakan pemerintah pusat. PPn ini cukup membebani petani.

“Pemprov Sulut sudah mencoba berjuang menghapus PPn hasil pertanian yang notabene raw material dan menjadi tumpuan nasib jutaan petani di Minahasa. Kita dukung dan apresiasi”, papar Ketua Umum DPP GMNI.

Di akhir penyampaiannya, Ketua Umum DPP GMNI berpesan agar mahasiswa bersikap kritis ditengah perhelatan pemilihan Kepala Daerah yang tangah berlangsung. Ketua Umum DPP GMNI berpesan jangan sampai rezim yang berkuasa ke depan di Sulawesi Utara justru menjadi aktor yang terlibat mengeksploitasi petani cengkeh dimana cengkeh dalam sejarahnya menjadi primadona dan tumpuan nasib masyarakat di tanah Minahasa.

“Kita mahasiswa harus kritis. Jangan sampai rezim yang berkuasa di Sulut justru menjadi aktor utama yang mengeksploitasi petani cengkeh. Tugas mahasiswa melakukan advokasi dan penyadaran”, tutup Arjuna.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%