oleh

Liando Ajak Masyarakat Ikut Awasi Pilkada Agar Lahirkan Pemimpin Berintegritas

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Wujudkan Pilkada yang berintegritas agar melahirkan pemimpin yang jujur, sangat ditentukan oleh bagaimana masyarakat ikut berperan aktif dalam mengawasi proses Pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

Hal ini diungkap DR. Ferry Daud Liando dalam rapat koordinasi kehumasan Bawaslu Provinsi bersama stakeholder dalam menghadapi pilkada 2020 di hotel Best Western Lagoon Hotel Manado, Jumat (27/11/2020) sore.

Menurut akademisi FISIP Unsrat Manado ini bahwa peran serta masyarakat dalam mengawasi semua tahapan Pilkada sangat menentukan masa depan suatu daerah, karena tanpa peran serta masyarakat tidak menutup kemungkinan kecurangan dalam Pilkada bisa terjadi.

“Pilkada bertujuan untuk melahirkan pemimpin, sekaligus menjadi sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Jadi ketika masyarakat pasif dan masa bodoh dengan proses pilkada, maka tidak menutup kemungkinan bisa lahirkan pemimpin yang tidak baik,” uja Liando.

Fakta hari ini, ada banyak kepala daerah yang tertangkap tangan oleh KPK akibat melakukan tindak pidana korupsi, dan menurut Liando, data KPK menyebut selang beberapa tahun terakhir, tidak kurang dari 300 kepala daerah tertangkap tangan, belum lagi yang dipidana karena aduan dari masyarakat.

“Korupsi adalah penyakit yang merusak masa depan bangsa, dan ini dampak dari proses Pilkada yang diwarnai politik uang. Pemimpin yang terpilih karena membeli suara rakyat, sangat berpotensi melakukan korupsi guna mengembalikan kerugian yang dikeluarkan saat pilkada,” ungkapnya.

Selain Liando, Bawaslu Sulut melalui divisi Hukum, Humas data dan Informasi juga menghadirkan Susan Palilingan sebagai pembicara dalam kegiatan rakor yang dihadiri puluhan aktivis Mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaa dan aktivis kepemudaan dari KNPI.

News Feed