KPU Sulut dan KBM Dorong Partisipasi Pemilih Dalam Pilkada Sulut 2020

0 0
Read Time:1 Minute, 49 Second

LIPUTANMANADO.COM, AIRMADIDI – Dalam upaya mendorong partisipasi politik rakyat dalam Pilkada 2020 di Sulut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Keluarga Besar Marhaenis Sulut menggelar sosialisasi Pilkada 2020.

Kegiatan bertema “Partisipasi Masyarakat Dalam Pilkada Sulut 2020” ini digelar di Mingle Coffie, Jl. Sam Ratulangi Manado, Selasa (08/12/20020), diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan aktivis kepemudaan serta organisasi adat di Sulut.

Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Komisoner KPU Sulut, Salman Sahelangi, kemudian Steven Sumolang dari unsur Oramas Adat dan Sonny Pangkey dari kalangan pemerhati Pemilu. Ketiganya tampil panel dipandu oleh Tevri Ngantung selaku moderator.

Dalam pemaparannya Sonny Pangkey sebagai penggiat pemilu berharap partisipasi pemilih dalam pilkada kali ini tetap tinggi, meski dilaksanakan di tengah pandemic Covid-19. Karena kata menurut dia partisipasi pemilih jadi satu diantara indikator kualitas pelaksanaan pilkada.

“Pada Pileg dan Pilpres 2019 lalu tingkat partisipasi pemilih rata-rata 80-an persen secara nasional. Karena itu, semua pihak, tidak saja KPU dan Bawaslu, untuk giat mendorong partisipasi pemilih dalam Pilkada di tengah pandemic. Kita yakinkan bahwa TPS aman dari Covid,” imbaunya.

Senada disampaikan oleh Steven Sumolang dalam paparannya bahwa dalam upaya meningkatkan Partisipasi pemilih, Pemda mesti bergerak bersama KPU dan Bawaslu untuk meyakinkan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada hari pemungutan suara.

“Ketiga lembaga itu harus memastikan masyarakat dapat menggunakan hak pilih dengan aman dan nyaman, agar Masyarakat merasa bahwa TPS itu tempat yang bersih dan aman. Itu juga perlu ada sosialisasi, “tegas steven aktivis muda

Sementara itu Salman Saelangi selaku komisioner KPU Sulut dalam pemaparannya mengatakan, penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi covid-19 wajib dilakukan dengan menerapkan adaptasi kebiasaan baru, salah satunya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 

Dengan begitu kualitas pilkada tetap terjaga. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan hak pilih. “Semua tingkat berjalan dengan baik dan tingkat partisipasi tinggi, tetapi kita semua harus selamat dan aman, pemilih atau penyelenggaranya,” tutur Saelangi.

Kader GMNI ini juga berharap dalam proses tahapan pelaksanaan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 kiranya berjalan aman dan lancar, karena KPU sudah giat mensosialisasikan ke publik.

KBM mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar pada hari pelaksanaan kiranya dapat mengukur pemilih mencapai 85 persen, keinginan pemilih yang bisa menggunakan hak suaranya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%