Rizieq Pilih Buka-bukaan di Sidang Dibanding Pemeriksaan

0 0
Read Time:2 Minute, 12 Second

LIPUTANMANADO.COM, JAKARTA – Rizieq Shihab belum diperiksa lebih lanjut soal kasus kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat. Jika pun nanti diperiksa, kuasa hukum Rizieq menyebut pemimpin FPI itu akan memilih buka-bukaan di persidangan.

“Belum dibahas (pokok materi perkara). Karena hal yang lebih mendetail Habib Rizieq bilang sudahlah daripada kita bicara terlalu banyak dan kita sudah mentaati prosedur hukum Polda Metro Jaya, nanti hal lainnya dijelaskan di persidangan,” kata Pengacara FPI, Sugito Atmo Pawiro, saat dihubungi wartawan, Senin (14/12/2020).

Diketahui, Rizieq tidak hanya disangkakan dengan Pasal 93 UU 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, tapi juga Pasal 160 tentang penghasutan dan Pasal 216 KUHP.

Namun, Sejak Sabtu (12/12), saat Rizieq Shihab atau RS diperiksa hingga ditahan pada Minggu (13/12), penyidik memeriksa Rizieq di dua pasal terakhir. Sugito pun belum tahu kapan penyidik akan memeriksa pokok materi perkara kasus Rizieq.

Jika nanti saat diperiksa Rizieq menolak memberikan keterangan, dia tidak melanggar aturan. “Ya mungkin nanti akan ada penambahan lagi, tapi misalnya beliau tidak bersedia dan menjelaskan di pengadilan tidak apa-apa,” ujarnya.

Selain itu, Sugito menanggapi pemeriksaan tiga tersangka yang sebelumnya telah diperiksa penyidik. Tiga tersangka tersebut ialah Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, dan Habib Idrus.

Tiga tersangka tersebut, lanjut Sugito, diperiksa penyidik terkait penyelenggaraan acara akad nikah putri Rizieq Shihab pada Sabtu (14/11) di Petamburan yang menciptakan kerumunan dalam jumlah masif.

“Kalau yang itu terkait kepanitiaan dan sekretaris jadi diperiksa terkait bagaimana itu terjadi kok banyak kerumunan terus bagaimana pelaksanaannya kok seakan-akan dibiarkan saja,” pungkas Sugito.

Pesan dari Rizieq dari Balik Jeruji

Sekretaris Umum FPI, Munarman mengaku telah mengunjungi Rizieq di sel tahanan. Munarman menyebut Rizieq dalam kondisi baik. “Tenang, ya beliau tetap gembira. Tersenyum. Bercanda,” kata Munarman di Polda Metro Jaya.

Selain itu, Munarman menyampaikan pesan dari Rizieq kepada pengikutnya. Rizieq berpesan soal pengawalan isu penembakan enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek.

“Dan beliau menyampaikan pesan bahwa jangan berhenti berjuang dan tidak boleh melupakan kasus pembantaian 6 syuhada. Harus terus dibongkar sampai ke akar akarnya,” ujar Munarman.

Menurut Munarman, 6 anggota laskar FPI itu tidak hanya mendapatkan kekerasan fisik, tapi juga kekerasan verbal.

“Pertama mereka kena kekerasan berupa serangan fisik yang mengakibatkan mereka meninggal syahid. Berlanjut kemudian kekerasan verbal, jadi dituduh difitnah bawa senjata, difitnah menyerang difitnah sebagai pelaku ya, nah itu kekerasan verbal,” ungkap Munarman.

Tak sampai di kekerasan fisik dan verbal, Munarman menyebut laskar yang meninggal merupakan korban struktural.

“Lalu berlanjut lagi, yang paling gawat berupa mereka ini kekerasan struktural, artinya rekayasa kasus terhadap mereka seolah-olah bahwa mereka ini dengan instrumen kekuasaan dan SDM yang ada pada kekuasaan membuat mereka menjadi tertuduh dan pelaku. Jadi bukan korban,” ujar Munarman. (detik.com)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%