Jurnalis Terkemuka Turki Divonis 27 Tahun Penjara terkait Terorisme

Jurnalis Senior Can Dundar AFP Photo
1 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

LIPUTANMANADO.COM, ISTAMBUL – Jurnalis terkemuka Turki, Can Dundar, dijatuhi hukuman lebih dari 27 tahun penjara oleh pengadilan pada Rabu (23/12) waktu setempat. Dia dinyatakan bersalah telah mendukung terorisme dan melakukan ‘spionase militer atau politik’.

Dilansir AFP, Rabu (23/12/2020), pengadilan di Istanbul menghukum Dundar dengan 18 tahun 9 bulan penjara karena mendapatkan rahasia negara untuk tujuan spionase politik atau militer. Pengadilan juga menjatuhkan hukuman tambahan 8 tahun 9 bulan penjara karena mendukung organisasi teroris bersenjata.

Dundar berada dalam pengasingan di Jerman. Mantan pemimpin redaksi surat kabar oposisi Turki itu, Cumhuriyet, itu pun diadili secara in-absentia.

Hakim pengadilan Caglayan di Istanbul menjatuhkan putusan ini meskipun tim pembela tidak hadir. Dalam tanggapannya, pengacara Dundar mengatakan mereka tidak menghadiri sidang terakhir dan mengecam tuduhan terhadap kliennya sebagai bermotif politik.

“Kami tidak ingin menjadi bagian dari praktik untuk melegitimasi keputusan politik yang telah diputuskan sebelumnya,” kata pengacara Dundar dalam pernyataan tertulis pada hari Selasa (22/12), menjelang sidang.

Pengadilan setempat menunda sidang putusan awal bulan ini setelah pengacara Dundar meminta agar hakim diganti untuk memastikan persidangan yang adil. Pengadilan menolak permintaan tersebut.

Dundar melarikan diri ke Jerman pada 2016 untuk menghindari tuntutan hukum setelah dihukum atas tuduhan melakukan spionase karena menerbitkan cerita tentang pengiriman senjata Turki ke pemberontak Suriah pada tahun 2015.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan Dundar akan “membayar mahal” untuk laporan Cumhuriyet yang mengungkap badan intelijen Turki saat dia memimpin surat kabar tersebut.

Selama pengasingannya di Jerman, Dundar diberi waktu 15 hari untuk kembali ke Turki tetapi dia memilih untuk tidak melakukannya.

Pengadilan menyatakan Dundar sebagai buronan dan memerintahkan penyitaan asetnya di Turki termasuk empat properti di Ankara, Istanbul dan Mugla serta rekening bank atas namanya.

Otoritas Turki juga menyita paspor istrinya pada September 2016. (detik.com)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%