oleh

Trump Tunjuk Hidung Iran soal Serangan Roket Dekat Kedubes AS di Irak

LIPUTANMANADO.COM, WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump BERI peringatan bahwa dia akan menganggap “Iran bertanggung jawab” jika terjadi serangan fatal terhadap orang Amerika di Irak.

Peringatan itu muncul saat peringatan pertama pembunuhan seorang jenderal top Iran dalam serangan udara AS semakin dekat.

“Kedutaan kami di Baghdad dihantam beberapa roket pada Minggu,” kata Trump di Twitter seperti dilansir AFP, Kamis (24/11/2020).

“Tebak dari mana asalnya: IRAN,” tambahnya.

Trump merujuk pada serangan yang menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada kematian. Trump mendengar obrolan tentang serangan lanjutan.

“Sekarang kami mendengar obrolan tentang serangan tambahan terhadap orang Amerika di Irak,” tambahnya, sebelum menawarkan “beberapa nasihat kesehatan yang bersahabat kepada Iran: jika seorang Amerika terbunuh, saya akan meminta pertanggungjawaban Iran. Pikirkan lagi,” katanya.

Menanggapi Trump, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javid Zarif menulis di Twitter pada hari Kamis (24/12/2020).

“Menempatkan warga negara Anda sendiri dalam risiko di luar negeri tidak akan mengalihkan perhatian dari bencana kegagalan di dalam negeri,” ungkapnya.

Dia juga melampirkan gambar tweet lawas Trump yang mengklaim mantan presiden Barack Obama akan memulai perang dengan Iran untuk memenangkan pemilihan ulang, serta screengrab grafik yang dimaksudkan untuk menunjukkan tingkat keparahan pandemi virus Corona di Amerika Serikat.

Ketika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo telah menuding Teheran, sementara itu komando militer AS yang meliputi wilayah itu mengatakan bahwa serangan roket “hampir pasti dilakukan oleh kelompok milisi nakal yang didukung Iran.”

Dikatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sementara itu “tidak menyebabkan cedera atau korban AS, serangan itu merusak bangunan di kompleks kedutaan AS, dan jelas TIDAK dimaksudkan untuk menghindari korban.”

Iran sebelumnya menanggapi dengan meminta otoritas AS pada hari Senin untuk tidak memprovokasi “ketegangan”.

Trump memerintahkan serangan pesawat tak berawak pada 3 Januari 2020 untuk membunuh jenderal Iran yang kuat itu saat dia berada di Baghdad. Serangan udara terjadi setelah milisi yang didukung Iran telah menembakkan roket ke sasaran AS di Irak, dalam skenario yang digaungkan oleh serangan terbaru terhadap kedutaan AS. (detik.com)

News Feed