oleh

Pakar: Donald Trump “Kunci” di Balik Kerusuhan Gedung Capitol

-News-37 views

LIPUTANMANADO.COM, JAKARTA – Demo ricuh yang menyerbu Gedung Capitol saat prosesi sertifikasi suara pemilih oleh Kongres dan dihadiri oleh Wakil Presiden Mike Pence, menurut beberapa pengamat Indonesia kuncinya adalah Presiden Donald Trump.

Pada Rabu (6/1/2021) terjadi demo Amerika yang tidak disangka-sangka membuat mata dunia terkejut. Kantor Kongres diserbu ribuan massa pendukung Trump yang rusuh menolak sertifikasi kemenangan Joe Biden dalam pemilu AS 2020.

Jendela-jendela gedung dihancurkan hingga massa dapat menerobos masuk menduduki gedung, sebelum Garda Nasional beraksi dan Trump meminta massa mundur.

Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana memandang kerusuhan di Amerika itu didalangi oleh Trump.

“Karena Trump tidak terima kekalahan hasil pemilu AS. Kalau orang tidak terima kekalahan, ia akan melakukan berbagai upaya. Di sini, Trump sudah melakukan upaya secara hukum, upaya menunda-nunda transisi pemerintahan,” ujar Hikmahanto kepada Kompas.com pada Kamis (7/1/2021).

“Kalau misalnya dia kalah dan menerima, kan enggak jadi demo seperti ini. Tapi, masalahnya kan Trump tidak bisa menerima kekalahannya,” lanjutnya.

“Kuncinya ada di Trump,” terangnya.

Meski, ia tidak dapat memastikan bahwa apakah kerusahan demo Amerika di Gedung Capitol itu dikomandoi oleh Trump langsung atau bukan.

Ia menjelaskan bahwa kalau pun demo di Gedung Capitol tidak dikomandoi langsung oleh Trump, tapi narasi Trump yang terus menentang hasil pemilu AS 2020 adalah motor penggerak terjadinya kerusuhan yang dilakukan oleh pendukung vanatiknya.

Kepala Program Studi Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al-Banna melihat aksi rusuh di Gedung Capitol pada Rabu (6/1/2021) adalah cara Trump untuk menghidupkan basis politiknya menjelang akhir masa jabatannya.

“Kalau saya melihat tujuannya Trump untuk menjaga narasi bahwa pemilu AS 2020 dicurangi adalah untuk memperkuat pengaruh politiknya,” ujar Shofwan kepada Kompas.com pada Kamis (7/1/2021).

Oleh karenanya, pria berusia 75 tahun itu dalam himbauannya agar massa di Gedung Capitol bubar, tidak menggunakan kata yang keras menentang aksi dan tetap memberikan narasi menghasut bahwa pemilihan itu “dicuri”.

“Saya tahu rasa sakit Anda,” kata Trump dalam video 1 menit di Twitter.

“Kita memiliki pemilu yang dicuri dari kita,” lanjutnya.

“Tapi, kalian harus pulang sekarang,” katanya.

“Kita harus beraksi damai. Kita harus memiliki hukum dan ketertiban,” imbuhnya.

Menurut Shofwan tujuan Trump sesungguhnya bukan untuk membatalkan hasil pemilu atau pemilihan ulang

Baca juga: Terungkap, Wanita Pendukung Trump yang Tewas di Gedung Capitol Ditembak Polisi

“Tapi, untuk merawat konstituennya yang sudah ia bangun, yang tentu saja akan kecewa kalau ia menyerah begitu saja,” ujarnya.

Apa yang dikejar Trump bukan untuk kepentingan saat ini saja, kata Shofwan.

Ia tidak bisa memperkirakan pasti demo di Gedung Capitol adalah akhir dari serangan Trump terhdaap pemerintahan baru Joe Biden.

Hanya saja, jika menelisik tujuan jangka panjang Trump untuk menjaga pengaruh politiknya, “Jadi, sebenarnya kartunya Trump itu belum habis.”

Hikmahanto juga berkata, “Kalau misalnya Trump masih terus tidak bisa menerima kekalahan, akan muncul kekacauan di sistem pemerintahan AS, karena dengan demikian publik di AS akan terus terpecah belah.(kompas.com)

News Feed