oleh

Bawaslu Sulut Gelar Evaluasi Pilkada 2020, Ini Catatan Salman Saelangi

LIPUTANMANADO.COM, AIRMADIDI – Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara melakukan evaluasi pelaksanaan Pilkada 2020 dari aspek rekrutmen penyelenggara pemilu ad-hok bersama stakeholder penyelenggara pemilihan umum.

Rapat koordinasi yang digelar di Hotel Sutan Raja Kalawat Minahasa Utara (Minut), Rabu (03/01/2021) itu diikuti oleh para mantan pengawas kecamatan (Panwascam) dan sejumlah stakeholder lainnya, dengan menghadirkan pembicara Salman Saelangi, Komisioner KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam catatanya Saelangi, ada banyak kendala yang dihadapi KPU maupun Bawaslu dalam optimalisasi kerja penyelenggara pemilihan ad-hok, mulai dari rekrutmen penyelenggara di tengah pandemi Covid-19, pelatihan dan bimbingan teknis yang terpaksa menggunakan media virtual atau dalam jaringan (Daring).

“Optimalisasi bimtek tidak maksimal, karena terkendala anggaran yang terbatas, juga kendala kualitas jaringan internet yang kurang baik dan masih banyaknya blank spot membuat bimtek secara virtual tidak optimal,” ungkap mantan Ketua Pemuda Muhamadiya Sulut ini.

Terkait pola rekrutmen penyelenggara Ad-hok di tengah pandemi Covid-19, karena merupakan hal baru, membuat KPU dan BAWASLU Sulit dapat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), karena alasan harus rapid test, batasan usia dan pendidikan.

“Contoh sederhana kendala itu antara lain, ada yang suka menjadi KPPS dan PTPS namun ada yang tak mau dirapid test. Bersyukur di KPU ada ketentuan TPS bisa hanya dijalankan 5 orang KPPS, kalaupun ada yang tak bisa menjalankan tugas karena positif terpapar Virus Corona,” kata Saelangi.

Selain Saelangi, Bawaslu juga menghadirkan beberapa pembicara, antara lain DR. Ferol Warouw dan DR. Victor Roti, akademisi Universitas Negeri Manado, Delmus, Rektor IAIN Manado.

News Feed