oleh

Obat Terapi Covid-19 Jenis Regdanvimab Segera Beredar

LiputanManado.com-Pemerintah Indonesia semakin fokus untuk penanganan Covid 19 yang jumlahnya semakin meningkat.

Vaksinasi pun sudah beberapa merek yang digunakan di Indonesia, semisal Sinovac dan AstraZeneca.

Demikia pula Badan Pengawa Obat dan Makanan (BPOM) juga segera mengeluarkan izin untuk obat terapi Covid 19.

Mereka segera mengeluarkan izin penggunaan darurat atau EUA pada Regdanvimab sebagai obat terapi Covid-19.

Sebelumnya di Indonesia baru ada dua jenis obat terapi Covid-19 yang memiliki EUA yakni Remdesivir dan Favipiravir.

Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut, Regdanvimab merupakan obat dengan jenis antibodi monoklonal yang sudah mendapatkan EUA dari Korea Selatan dan European Medicines Agency (EMA)

“Saat ini juga sedang berproses (untuk EUA) satu lagi obat Regdanvimab,” ujar Penny dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi IX DPR RI, Selasa (13/07/2021).

Ia menjelaskan, obat terapi pasien Covid-19 Regdanvimab ini diharapkan dapat membantu pasien positif agar tidak mengalami gejala berat.

“Ini diberikan kepada pasien di awal yang tidak membutuhkan suplementasi oksigen tapi diprediksi akan menjadi berat,” ujarnya.

Penny mengungkapkan, pihaknya saat ini sedang menunggu data lengkap dari uji klinik obat Regdanvimab.

“Dalam waktu dekat saya kira aspek-aspek data klinis nya sudah memenuhi persyaratan yang sedang menunggu data mutu.

Harapannya adalah dalam pertengahan Minggu Juli ini minggu ke-tiga Juli kami berikan (EUA)nya,” katanya.

News Feed