oleh

Suara Keprihatinan dr. Suzzana Tangani Covid-19

LIPUTANMANADO.COM, MANADO – Setahun lebih pandemi Covid-19 melanda negeri ini, kasus demi kasus terkonfirmasi positif, bukannya berkurang atau hilang, melainkan terus saja terjadi, bahkan pada gelombang terpaan Covid-19 dengan varian baru beberapa waktu terakhir ini justru melonjak tajam.

Kondisi seperti ini tak pelak membuat banyak pihak prihatin dan khawatir dengan ancaman Covid-19. Sementara itu para tenaga kesehatan (Nakes), baik itu dokter maupun perawat dan bidan tentu kerjanya dituntut lebih ekstra. Akibatnya, lelah fisik maupun tekanan mental dari berbagai pihak tak bisa dihindari dan membuat kondisi para nakes memprihatinkan.

Sebagai garda terdepan, berjuang menyelamatkan nyawa pasien yang terkonfirmasi positif covid-19, para nakes sering menjadi sasaran amarah, cacian atau makian, bahkan tindak kekerasan dari berbagai pihak. Dokter sering mengorbankan keluarga dan memilih untuk tetap bekerja karena sumpah profesi mereka, terus mengabdi.

Tak sedikit para nakes melupakan keprihatinan, kegundahan hati mereka atas apa yang mereka hadapi dan alami ketik menangani atau melayani pasien Covid-19, seperti yang diungkapkan oleh seorang dokter, yakni dr. Suzzana Mongan, SpOG-K., dalam media sosialnya.

‘Menangis karena so sangat lelah fisik dan lelah hati…

Menangis karena so berusaha tolong pasien kong Tuhan berkenan lain…

Menangis karena lia pasien dan keluarga yang sedang menangis bermohon supaya Tuhan se mujizat depe keluarga sedang dilain sisi…

Menangis karena masih ada orang2 yang anggap enteng ini panyaki bahkan diantara orang2 yang dianggap ‘berpendidikan’…

Menangis karena lia deng mata kapala sandiri ni orang2 pe siksa ba napas lantaran ni panyaki…

Manangis karena torang musti tolong disaat orang laeng lari…

Manangis karena ada TS yang juga sedang berjuang deng depe nyawa karena ini panyaki…

Kalo Tuhan berkenan kita ada anak…

Qt mo bilang JANGAN JADI DOKTER..!

Kalo jadi dokter siap2 hati jo mo tolong orang kong tetap sangka bilang penjahat…

MENANGIS KARENA SUKA SKALI MO BRENTI JADI DOKTER MAR NIMBOLE…!

Nimbole karena torang so ba sumpah, dokter so bajanji pa Tuhan mo tetap tolong orang…

Nimboleh karena masih banya yang butuh pertolongan..

Kasiang kalo brenti..’

Wahai para Dokter kalian adalah pahlawan kemanusian…! Tetaplah berjuang demi kemanusian untuk menyelamatkan nyawa manusia. (tos)

News Feed