oleh

Peralihan TV Analog ke TV Digital, Pemerintah Akan Bagikan STB Gratis ke Kelompok Masyarakat

LIPUTANMANADO.COM, JAKARTA – Pemerintah berencana memberikan Set Top Box (STB) secara gratis kepada masyarakat.

Dikutip dari laman kompas.com Selasa (12/10/2021), Direktur Pengembangan Pitalebar, Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kominfo Marvels Situmorang menjelaskan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan STB secara gratis, yakni:

  • Masuk dalam kategori Rumah Tangga Miskin
  • Memiliki TV dan menonton TV lewat terrestrial (bukan lewat parabola atau TV berlangganan).

“Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2021, bantuan STB yang berasal dari penyelenggara mux akan diberikan kepada rumah tangga miskin. Saat ini sedang pemuktahiran data rumah tangga miskin yang diberikan oleh Kemensos,” ujar Marvels saat dihubungi Kompas.com, baru-baru ini.

Adapun terkait dengan berapa jumlah STB yang akan dibagikan gratis ke masyarakat, menurutnya tergantung hasil pemuktahiran untuk 2 kriteria di atas.

Kapan STB gratis akan diberikan?

Marvels menjelaskan bahwa STB gratis akan diberikan apabila pemutakhiran data selesai.

“Pemuktahiran data (saat ini) belum selesai, direncanakan STB dibagikan sebelum jadwal tahapan Analog Switch-Off (ASO) dimulai,” katanya lagi.

Pihaknya tidak dapat memberikan kapan waktu pasti terkait pemberian STB gratis tersebut.

Akan tetapi, jika merujuk pada jadwal tahapan ASO, maka pembagian STB gratis akan dilakukan sebelum 30 April 2022.

Tahapan mematikan siaran TV digital akan terbagi dalam beberapa tahap.

Tahap pertama yakni 30 April 2022, adapun tahap kedua akan dimulai pada tanggal 25 Agustus 2022.

Sedangkan pada tahap ketiga akan dimulai pada 2 November 2022.

Perlu diketahui, STB adalah decoder yang dibutuhkan agar pemilik TV analog dapat menikmati siaran TV digital.

Perubahan TV analog ke TV digital

Sebagaimana diberitakan, rencana migrasi TV Analog ke TV Digital sebelumnya disampaikan oleh Menteri Kominfo Johny G Plate.

“Sesuai dengan rancangan aturan teknis, Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), dan Lembaga Penyiaran Komunitas jasa penyiaran televisi wajib menghentikan siaran televisi analog paling lambat pada tanggal 2 November 2022 pukul 24.00 WIB,” ujar Johny sebagaimana dalam siaran pers Kominfo 2 Desember 2020.

Adapun perubahan TV analog ke digital, mengutip Kompas.com, 4 Januari 2021 adalah sesuatu yang sudah menjadi tren sejak 2007 sejalan dengan meningkatnya penggunaan internet.

Adapun latar belakang penghentian siaran TV analog adalah terkait efisiensi.

Sebab, spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk TV analog menurutnya berada pada pita 700 MHz atau pita yang juga untuk layanan internet.

Karenanya, di seluruh dunia melakukan penghematan penggunaan pita 700 MHz dengan pemanfaatan TV digital yang lebih efisien. (*/tos)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed