oleh

Program Kemitraan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Desa di Masa Pandemi Covid-19

Program Kemitraan Masyarakat
Pemberdayaan Perempuan Desa di Masa Pandemi Covid-19
Oleh :
Amanda Sutarni Sembel, ST, MSc (Ketua Tim)
Ingerid Lidia Moniaga, ST, MSi (Anggota)
Raymond D. Ch. Tarore, ST, MT (Anggota)

Bencana penyakit Covid-19 yang melanda dunia termasuk wilayah-wilayah di Indonesia
telah menciptakan suatu perubahan besar dalam perilaku manusia karena pembatasan sosial dan
work from home (WFH). Trend mengembangkan tanaman hias dan berkebun di rumah menjadi
aktifitas yang banyak dilakukan oleh warga masyarakat baik laki-laki maupun perempuan, baik di
perkotaan maupun di perdesaan. Berkebun dan menanam di lahan pekarangan yang luas maupun
lahan terbatas tidak menghalangi kegiatan warga di era new normal pandemi Covid-19 saat ini.
Berkebun di pekarangan menjadi solusi pangan keluarga yang murah, mudah, dan menyenangkan
karena menerapkan konsep tanam sendiri, panen sendiri, dan makan sendiri dari hasil kebun
sendiri. Pemberdayaan perempuan desa melalui keluarga kuat dan mandiri dimasa pandemi Covid-
19 menjadi kebutuhan bagi tiap keluarga untuk mengantisipasi dampak Covid-19 yang terjadi saat
ini. Keluarga menjadi benteng pertahanan yang paling dasar untuk melawan Covid-19.
Desa merupakan entitas pemerintahan terkecil dengan dinamika yang sangat cepat. Dalam
UU No 6 Tahun 2014 pasal 4 tercantum pengaturan tentang Desa salah satunya adalah untuk
mendorong prakarsa, gerakan, dan partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan
aset desa guna kesejahteraan bersama. Pemberdayaan perempuan desa merupakan salah satu upaya
untuk menghapuskan kesenjangan diantaranya rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya
pengetahuan, belum optimalnya keterlibatan kaum perempuan dalam kegiatan yang ada,
rendahnya keterampilan khusus dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di desa dan akses
pengembangan potensi yang dimiliki. Tujuan kegiatan pengabdian ini yakni untuk meningkatkan
peran serta atau partisipasi masyarakat melalui kelompok perempuan desa agar dapat berpartisipasi
dalam penataan lingkungan lahan-lahan pekarangan sebagai lanskap skala kecil (mikro).
Optimalisasi lahan pekarangan rumah dikembangkan pula sebagai lahan produktif yang indah,
menyenangkan dan menyehatkan di masa pandemi Covid-19 ini melalui kegiatan bercocok tanam

dengan menciptakan kebun demplot pekarangan rumah. Tujuan membuat kebun demplot di
pekarangan rumah ataupun kebun desa yaitu untuk memberikan pengetahuan praktik budidaya
sayuran dan tanaman hias serta memunculkan semangat menanam warga desa. Sehingga
diharapkan tercipta kembali modal sosial gotong royong masyarakat desa dan semangat mengelola
lahan-lahan pekarangan. Partisipasi perempuan dalam menjaga kesehatan keluarga di masa
pandemi Covid-19 sangat penting karena seorang ibu rumah tangga menjadi penentu keluarga
yang sehat.

Partisipasi perempuan dalam meningkatkan budi daya sayuran menciptakan kegiatan
promosi mengonsumsi sayuran untuk menghasilkan keluarga sehat menghadapi era new normal
Covid-19 dengan makanan bernutrisi dan berserat serta meningkatkan imun tubuh keluarga, masyarakat dan wilayah pedesaan.

News Feed